Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CERITA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2013

inikah karmaku atau ini awal dari karmamu?


episode 1

Sejak kelas dua SMP hingga sekarang aku duduk di SMA kelas 1, aku slalu ditemani seorang kekasih. Aku dan teman temanku yang berjumlah 6 orang alias 3 pasangan kekasih slalu bersama-sama dalam  menjalani hari hari. Tanpa kita sadari yang bermula dari kelas 2 SMP ke kelas 1 SMA kami masih langgeng, yuppz... wlaupun ada sedikit masalah atau berbagai masalah yang kami hadapi namun kami slalu menyelesaikan persolaan kami dengan baik.

Pacarku slalu perhatian ma aku, tapi aku biasa aja,,, dia slalu ngeluangin banyak waktunya buat aku, apa yang aku minta slalu diberikan, mulai dari kasih sayang, cinta, perhatian dan manjaannya. Tapi aku cuek ma dia aku masih ingin bebas bergaul dengan semua orang yang aku suka tapi sayang nya cowokku type cowok pencemburu, sampai-sampai nomor hp q dibuang “cyanx, aku gak mau kamu sms an atau telp ma cowok lain, aku takut kehilanganmu” nah.. kata-kata itu yang slalu aku ingat sampai sekarang tapi aku tetep aja nekat,, habis aku bosen klo hubungan Cuma ma satu orang walaupun aku cinta banget ma dia tapi aku pengen punya banyak temen cowok, itung-itung Cuma jadi TTM lahh..

Pacarku marah besar setiap dia tau aku bohong “aku kan dah bilang aku lebih suka kamu jujur walaupun itu menyakitkan bagiku, sakit hati ini klo kamu bohongin aku terus” akupun menjawab dengan terbata-bata “iah cynx aku minta maaf aku bakal jujur sama kamu, aku minta maaf” namun belum sempat aku menenruskan pacarku udah nyerocos duluan “minta maaf? Buat apa kamu minta maaf klo kamu slalu melakukan kesalahan yang sama? Kamu janji gak bakal kaya gitu tapi nyatannya apa? Cuma minta maaf aku juga bisa” akupun sambil menyadari kesalahanku “aku janji dechh.. gak bakal ngulangin lagi, kan aku setia aku tuh Cuma cyanx sama kamu”

Namun semua kesalahan yang aku lakukan slalu terulang kembali, aku Cuma ingin menang sendiri aku egois aku gengsian bahkan untuk meminta maaf aja aku ogah, pokoknya cwok yang harus mendahului, sorry yah,, gg level, itu menurutku


Hore,, aku lulus nilai terbaik, kelulusan smp aku isi dengan bersenang senang bersama teman-temanku , aku diajak kesebuah danau yang indah “brakkkkk” telur, tepung dan air semua mengenai tubuhku “happy birthday sonia, happy birthday sonia, happy birthday, happy birthday, happy birthday sonia”

wuahh,, aku sampek lupa tepat dihari kelulusanku itu hari ultahku juga , wow double suprize.. disitu pacarku memberikan bingkisan padaku sambil mencium keningku dan mengatakan “aku cinta kamu sonia aku sangat mencintaimu dan aku mohon jangan pernah meninggalkan aku” sambil tersenyum aku pun mengatakan “iah rach aku juga sangat mencintaimu ,, sangat “ semua teman-temanku bertepuk tangan melihat apa yang terjadi dan mereka menyiram kami berdua dengan air, sungguh suatu hal yang tak pernah terbayangkan olehku.

Udah lulus sekarang mau ngelanjutun kemana yah? “kamu mau sekolah dimana?” kata pacarku smbil memegang botol aqua yang masih tersegel “aku gak tau nih yanx, gimana kalau aku ke SMA 21” diapun langsung menatap mataku “SMA 1 kan jauh ? aku pengen kita sama SMA biar aku gak kepisah denganmu, kita ke SMA 9 aja” sebenarnya aku pengen banget ke SMA 21 tapi gimana lagi aku juga gak mau pisah dari dia jadi tanpa berfikir panjang akupun mengikuti kata-katanya dan bilang ke orang tuaku kalau aku mau ke SMA 9 dengan alasan karna aku dah minat banet kesekolahan itu.

Waktu pun terus berganti hingga pengumuman penerimaan siswa baru, bersama pacarku aku dateng, sebenarmau mau lewat online aja tapi pacarku gak puas dia maunya datang langsung untuk memastikan nya, aku yang sedikit ragu itu sama sekali gak minat aku sih biasa ajah hingga aku melihat namaku dipapan paling atas SONIA ARMANDHITA dalam urutan nomor satu dan akupun segera memberi tau orang tuaku kalau aku diterima dan orang tuaku sangat senang dengan hal itu.
“aku gak keteri yanx” sambil memasang wajah lesu “apa? Terus aku gimana ? aku sekolah disini kan biar bareng sama kamu tapi kok malah kamu gak keterima , aku juga dah bilang sama orang tuaku. Terus gimana ini?” karna aku sebal akupun memutuskan buat pergi tapi dia masih ngejar aku “maaf cyanx, walaupun kita gak bisa satu sekolah kita kan masih bisa ketemu, aku janji aku akan antar jemput kamu setiap hari” akupun terenyuh dan langsung memeluk dia dan akhirnya kita memutuskan untuk mencari sekolah baru buat rach, sebenarnya jarak bukanlah masalah toh hanya berbeda sedikit aku dijakarta barat dia dijakarta timur  namun kesibukanlah yang tak dapat mempertemukan kami sehingga kami miss komunikasi.

Selang beberapa hari aku mememasuki sekolah baru disitu aku dapat kenala banyak banget. Terutama cowok-cowok kece disitu pula aku berkenalan dengan beberapa cowok yang lumayan lah buat pelipur hati ini. Namun setiap hari bahkan jam pacarku slalu berpesan ke aku klo akau gak boleh deket ma cowok lain, namun aku membangkang, rugi donx klo aku gak dpetin kenalan dari salah satu cowok disini.sampai akhirnya aku deket dengan beberapa cowok.

“cyanx, inget pesenku kamu gak boleh macem-macem disana. Nich aku kenalin sama temenku namanya dion dan dia juga satu skolahan ma kamu jadi dia bakal ngawasin kamu” haduuus mampus gue klo kaya gini caranya. Udah deh gak bisa berkutik  tapi sebagai seorang sonia yang dulunya suka selingkuh hal seperti ini mudah buat aku nyelesai.in.


“kenalin gue dimas” salah satu siswa yang ngajak kenalan pertama kali “sonia”
jawabku dengan tersipu malu “woow .. senyumu manis banget” hehhe akupun tambah malu “masak sih? Bisa aja kamu” diapun meneruskan pembicaraan hingga dia meminta nomer hp dan email ku yah,, karna dia termasuk cowok populer diskolahan gua terpaksa buat ngasih nomer h[p dan email ku.


Bel skolah pun berbunyi itu bertanda usai sudah percakapan kami, “anak-anak hari minggu besok akan diadakan pensi dan diwajibkan satu kelas minimal menampilkan 1 pertunjukan” hemm kata guru mapel ku yang super duper galak.

“giaman kalau kita adain drama aja buat nanti pertunjukan” ketua kelas ku yang memberikan masukan “puisi atau lagu ajah” saut dari temen yang lain “atau mungkin kita buat drama yang didalamnya juga ada puisi dan berbagai lagu, gimana? Kan seru”

“nahh tu ide yang bagus” jawabku dengan nada senang.tapi “apa tema dan alur critanya? Siapa juga yng mau jadi tokoh dalam peranya?” saut ketua kelas itu lagi.

Setelah kami merundikan semua ini akhirnya kamu dapat menemukan ide cerita serta pemeran dalam drama itu. “sonia, kamu jadi pemerang utamanya” kata salah satu temenku “tapi kenapa harus aku” namun semua diam dan hanya ada satu jawaban yang melintas begitu cepat “setuju”, haduhh,, kenapa aku lagi sih yang terlibat dalam peran dua dunia seperti ini? Keluhku dalam hati

hari itupun datang, pentas seni yang sangat membosankan namun kelompok dramaku memukau semua penonton karna axsi ku diatas panggung yang berada tepat ditengah tengah lapangan bola itu. Semua bersorak gembira seakan-akan puas dengan apa yang aku dan teman-temanku tampilkan hingga akhirnyya kelaskupun mendapat juara dalam pentas seni itu, dan semenjak itu namaku dikenal oleh semua sekolahan dan akupun menjadi gadis yang populer disekolahan.


“ranc berantem ama dimas” kata salah satu temen deketku yang memang dulunya satu SMP ma aku “apah? Dimana ?” sontak aku berlari mengikuti temanku berlari dan mendekati sekerumpulan anak yang tenga melihat suatu hal .

“cukup. Hentikan” ternyata benar apa yang dikata kan winda teman sekelas sekaligus teman waktu SMP ku. Akupun langsung memgang tangan rach dan membawanya pergi dari dimas yang mukanya sudah memar karna bekas pukulan rach.

“apa-apaan sih kamu? Malu tau? Kapan kamu sampai kesini?” diapun sambil menangis “kamu kemarin jalan ma dia kan? Mesra-mesraan ma dia? Kamu gak tau gimana perasaanku? Aku sakit sonia, sakitt? Aku bela-belain kesini dan aku ngeliat wktu istirahat tadi kamu berduaan ma dia ditaman, aku kan dah bilang jangan dekat ma cowok lain kecuali aku” aku gak tau apa yang ada dipikirannya saat itu “aku ma dia Cuma temenan dan itu gak lebih ranc kamu itu gak usah over, aku bukan lagi anak kecil yang harus kamu giniin aku sudah ngerti” belum sempat kulanjutkan penelasanku dia pun sudah memotong perkataanku “kamu ngerti apa? Termasuk ciuman? Itu hal yang sepele? Iah?” akupun Cuma terdiam dan menangis “maafkan aku rach, aku gak bermaksud seperti itu. Aku terbuai rach, aku janji aku gak akan seperti itu lagi” sempat ia mau menamparku namun ia tak jadi “buat apa kamu meminta maaf kalau kamu slalu mengulangi kesalahan yang sama? Berapa kali kamu sakitin aku? Berapa kali kamu khianatin aku? Dan berapa kali kamu bohongin aku? Sonia tatap mataku, aku sangat mencintaimu sonia 2 tahun aku jalin hubungan ini bersamamu sonia apakah itu kurang meyakinkan kalau aku benar-benar mencintaimu?” lalu diapun pergi meninggalkanku.

Setelah kejadian itu aku merenungkan apa yang telah aku lakukan kepadanya waktu aku masih duduk di SMP aku salalu bersikap semauku sendiri, aku bersama lelaki lain dan aku slalu membohonginya dan aku tak tau harus berbuat apalagi dia adalah lelaki yang sangat baik dan mengapa aku seperti ini.

“tante, rachnya ada tan?” sapaku pada nyokapnya rach yang tengah duduk didepan rumah smbil membaca majalah fashion yang nampaknya masih terlihat baru “loh,, kamu gak dikasih tau? Rach tadi malem berangkat ke australia, tante juga heran ma anak itu, mendadk sekali dia mau kesana tapi tunggu sebentar” tetesaan air matakupun tak mampu ku tahan dan terus berlinang karna aku sangat menyesal telah memperlakukan rach dengan begitu kejam “ini ada surat dari rach buat kamu, tante tau kalian sedang bertengkar tapi tante mohon kamu jangan ganggu anak tante lagi, dia sudah terlanjur sakit” akupun memeluk nyokapnya rach dengan tangisan “maafkan sonia tante, sonia menyesal, karna kesalahan sonia rach pergi tapi sonia sangat mencintai rach tante, baiklah tante, sonia pamit dan terimakasih atas suratnya” dan akupun segera pergi dari rumahnya rach untuk menuju kerumah dan masuk kekamar untuk membaca surat itu.

Soniaku sayang
Sonia maaf bila aku tak menepati janjiku, maaf bila aku pergi darimu dan maaf kan aku karna kita aku tak lagi bersamamu. Sonia aku lelah dengan semua ini aku ingin istirahat, aku lelah dengan apa yang telah kau lakukan pada ku maka karna itu aku memutuskan untuk pergi melupakanmu, 2 tahun bersama mungkin tak mampu lagi mengertakan cinta kita. Semoga kau bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dariku sonia tapi ingatlah aku akan tetap mencintaimu dan sebelum janur kuning melengkung aku hatiku masih untukmu.

                                                            Salam cinta dariku

Rach
tak henti hentinya aku meneteskan air mata dan rasa penyesalan yang sangat mendalam. Namun aku harus tegar karna ada dimas didalam hari-hariku yang akan mengisi kesepianku.

Senin, 07 Januari 2013

Apa sih kesetian itu?


Apa sih kesetian itu?

Kesetiaan sih katanya paling penting dalam menjalin hubungan kekasih,
  Tapi Seberapa banyak manusia yang dapat bertahan setia  ?
Bila kekasih yang dicinta tidak sesuai dengan apa yang diharapkan
Ketika kasih tak mampu memberi seperti apa yang dia beri
Ketika kita mulai mencari hal baru yang menarik sesuai dengan yang kita mau
rasa kesetiaan itu perlahan lahan mulai hilang dengan rasa manis dan bahagia yang kita dapat sesaat
namun ketulusan hati yang mampu mempertahankan kesetian
kita pernah merasakan dihianati dan menghianati
setia dan tidak setia
terluka dan bahagia
dan demikianlah semua yang terjadi dan harus terjadi
hidup ini terus berlanjut
 kitapun  pernah merasakan cinta yang membawa kita di tempat yang tertinggi
lalu merasakan yang namanya terjatuh karna kesalahan yang telah kita buat sendiri
kita tidak mati
namun lukanya tak mampu kita obati
jadi fikirkanlah apa yang kamu lakukan kini agar kau tak menyesal nanti


SEMUA KECURIGAAN  ITU ADA ALASANNYA BAHKAN  TENTANG SESUATU YANG BELOM TERJADI

From bandung with love

Rabu, 24 Oktober 2012

asal kalian tau


Renungan “Uang Tukang Bakso” Jelang Hari Raya Kurban


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.




Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini. Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak – anak, siapa yang mau bakso ?



“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak – anak asuhku menjawab. Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …



Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya.



Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. “Mang kalo boleh tahu, kenapa uang – uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun.



Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita â cita penyempurnaan iman “. “Maksudnya.. …?”, saya melanjutkan bertanya. “Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama.



Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari – hari Emang dan keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar.


Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji. Hatiku sangat…… …..sangat tersentuh mendengar jawaban itu.



Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.



Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.

Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”


Sumber ruanghati,com

kenali dan nikmati


CERITA JENDELA KOTOR


Pasangan muda yang baru menikah menempati rumah di sebuah komplek perumahan.

Suatu pagi, sewaktu sarapan, si istri melalui jendela kaca. Ia melihat tetangganya sedang menjemur kain.

"Cuciannya kelihatan kurang bersih ya", kata sang istri.

"Sepertinya dia tidak tahu cara mencuci pakaian dengan benar.
Mungkin dia perlu sabun cuci yang lebih bagus."

Suaminya menoleh, tetapi hanya diam dan tidak m
emberi komentar apapun.

Sejak hari itu setiap tetangganya menjemur pakaian, selalu saja sang istri memberikan komentar yang sama tentang kurang bersihnya si tetangga mencuci pakaiannya.

Seminggu berlalu, sang istri heran melihat pakaian-pakaian yang dijemur tetangganya terlihat cemerlang dan bersih, dan dia berseru kepada suaminya:

"Lihat, sepertinya dia telah belajar bagaimana mencuci dengan benar. Siapa ya kira-kira yang sudah mengajarinya? "

Sang suami berkata, "Saya bangun pagi-pagi sekali hari ini dan membersihkan jendela kaca kita."

Dan begitulah kehidupan.
Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran (jendela) lewat mana kita memandangnya..

Jika HATI kita bersih, maka bersih pula PIKIRAN kita.

Jika PIKIRAN kita bersih, maka bersih pula PERKATAAN kita.

Jika PERKATAAN kita bersih (baik), maka bersih (baik) pula PERBUATAN kita.

Hati, pikiran, perkataan dan perbuatan kita mencerminkan hidup kita.

Jika ingin hidup kita berkembang, maju, dan sukses (bersih/baik) Maka kita hrs menjaga hati, pkiran, perkataan dan Perbuatan kita tetap baik. Karena itulah segalanya.

HATI menentukan PIKIRAN..

PIKIRAN menentukan PERKATAAN & PERBUATAN

Jika bermanfaat silahkan like dan share yah... ^_^
diambil dari laku.com

inilah hidup


= Cerita Inspiratif =

Sebelum baca jangan lupa di Like yah ^^b

Seorang tukang kebun mengadakan penilitian sederhana, ia menanam dua tanaman yg sama pada lahan yg sama. Yg membedakan hny bagaimana cara dia merawat tanaman tersebut.
Tanaman
yg pertama disirami secara rutin tiap pagi & sore, sedangkan tanaman yg kedua disirami hny sekali setiap dua hari.

Ketika tanaman itu bertumbuh cukup besar, tiba waktunya utk menguji kekuatan akar
tersebut & perbedaannya cukup MENCOLOK yaitu dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit utk mencabut akar dari tanaman yg pertama & utk tanaman yg kedua dibutuhkan waktu lebih lama yaitu empat menit utk bisa mencabutnya.

Mengapa hal itu bisa terjadi?

Tanaman yg pertama cukup dimanjakan dg air yg ia dptkan dg mudah, sehingga akarnya tdk berusaha mencari ke tanah yg lebih dalam.

Sedangkan tanaman yg kedua karena mendapat air yg lebih sedikit dari tukang kebun, maka mau tdk mau akarnya mencari ke sumber air, sehingga didapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah.

Cara orgtua kita kadang tidak jauh beda dg ilustrasi di atas, bayangkan saja jika orgtua memanjakan kita dg mengabulkan semua yg kita minta & terlalu memanjakan kita sehingga kita tdk akan tegar menghadapi penderitaan & masalah hidup.

Tentu ini akan membuat kita menjadi org yg manja, tak hanya itu bahkan kt akan menjadi org yg cengeng & akhirnya mental & semangat berjuang kita tdk akan kuat & ketika ada permasalahan dg mudahnya diri kita akan TUMBANG & PATAH SEMANGAT.

Orgtua boleh saja sangat mengasihi anak2nya, tapi ortu harus senantiasa mendewasakan anak2 dan melatih diri naka2 agar tetap bisa survive dlm menghadapi ganasnya Rimba Kehidupan.

Penderitaan, masalah, tekanan hidup atau keadaan yg tdk menyenangkan pasti akan lebih mudah teratasi & dilewati karena peran penting dari bimbingan orgtua terhadap kita dg cara yg bijaksana yaitu tidak memanjakan kita secara berlebihan.

Apakah kita memilih menjadi org yg manja dg akar yg rapuh? Atau menjadi org yg dewasa dan tegar?

Mari kita bersyukur & berterima-kasih atas perhatian dan kasih sayang orgtua jita.
Karena dgn perantaraan merekalah kita ada didunia.

===========

Semoga menginspirasi kita semua... ^_^

Rabu, 03 Oktober 2012

Emilie Gossiaux dan Alan Lundgard


Emilie adalah gadis cantik yang ceria. Suatu hari ia sedang bersepeda usai beraktivitas, dan tanpa ia sadari sebuah truk gandeng melaju terlalu pesat dan menabrak dirinya. Tulang-tulangnya hancur, wajahn
ya remuk, ia juga kehilangan penglihatan serta pendengarannya di usianya yang masih muda, 21 tahun. Team dokter pesimis ia akan kembali pulih, bahkan menurut mereka ia tak akan pernah bangun lagu. Merekapun menyarankan untuk membawa Emilie pulang.

Alan Lundgrand adalah kekasih Emilie, yang menunjukkan kesetian dan cinta sejatinya. Ia menolak keputusan dokter kepada Emilie, dan berusaha untuk memberikan perawatan sendiri pada Emilie. Suatu hari, di pagi buta, tercetus ide di benak Alan untuk berkomunikasi dengan Emilie melalui sentuhan telapak tangan. Ia menulis kata 'Aku mencintaimu' di sana. Ajaibnya, Emilie bisa menerjemahkan pesan itu dan membalas pernyataan Alan dengan ucapan terima kasih. Hal tersebut tidak membuat Alan menyerah, setiap hari ia berusaha mengajak Emilie berbicara hingga akhirnya ia mengingat segala sesuatu. Kini Emilie memang buta, tetapi ia tak pernah berubah menjadi orang lain, ia tetap menjadi dirinya sendiri.
13

Senin, 24 September 2012

ku terbelenggung



Aku tak tau apa yang sedang aku rasakan setelah aku tak bersama dia aku merasa bahwa hari hari yang aku jalani teramat sangat sepi, pagi hari setelah aku bangun tidur biasanya aku selalu melihat ponsel milikku ternyata ada suatu hal yang berbeda, tak ada lagi pesan yang aku terima yang biasanya slalu aku terima saat bangun tidur, kata kata cinta yang indah membangunkan ku  namun semua itu hanya kenangan. Aku mulai beranjak dari tempat tidur dan membersihkan kamar tidurku namun tak henti-hentinya aku melihat ponsel ku, aku sangat berharap dia memberiku pesan seperti biasanya “sayang, ayo bangun udah siang” dalam hati ku berbicara seperti itu. 

    akupun bergegas untuk kekamar mandi karna hari pun sudah siang takutnya aku nanti malah jadi terlambat masuk kekelas namun baru dua langkah saja aku berinjak dari posisiku semula terdengar dari suara ponselku terdapat pesan masuk, tanpa berfikir panjang aku pun langsung berlari menuju ponsel yang aku letakandiatas meje itu “fara, jangan lupa bawakan buku yang kau pinjam kemarin” setelah membaca pesan itu hatiku pun merasa sangat kecewa, aku fikir mantan kekasihkulah yang ada dipesan itu tapi nyatanya,,,  

“huum. .. ya sudahlah dia bukan milikku lagi” pikirku dalam hati, akupun melanjutkan pergi kekamar mandi.

Akupun bergegas gegas berangkat kesekolah seperti biasa  dengan mobil kesayanganku, tanpa aku sadari aku berpapasan dengan mantan kekasihku dengan seorang gadis lain, “buset, buaya darat juga satu itu cepet banget dapet pengganti lo ra” kata shinta teman baikku. Tanpa berfikir panjang lagi akupun akhirnya mengendarai mobilku dengan kencangnya aku tak merasa takut mungkin karna rasa cemburu yang membakar hatiku ini hingga aku hilang kendali. Sesampai disekolahan akupun bergegas untuk masuk kedalam kelas. “ciie yang habis putus sama pacar, mukanya kok ditekuk gitu”,”iya nich, , ,s akit hati ya  neng ?”diselingkuhin ”  kata ejekan teman teman sekelasku. Akupun hilang kendali “dubrak” ku lemparkan pengahpus papan tulis yang ada didekat ku “hay, ,,  fara sakit hati. .? gak banget dech. Asalkan kalian tau gue gak bakaln sakit hati Cuma gara-gara cwok kaya gitu sory gg level” kataku dengan nada sewot dan centil kepada teman teman ku walupun sebernya sakit juga rasa hatiku melihat dia dengan gadis lain.

Sekeika itu suasana kelas menjadi hening mungkin mereka takut dengan bentakanku tadi, karna seumur-umur aku jarang sekali marah. “hay” kata edo mantan pacar’aq dengan gaya sok tengil dia seolah olah bersikap biasa biasa saja tanpa menyadari kesalahannya. “hay fara” kata sinta teman sebangkuku, “hay jua” “fara kamu jangn bersedih, masih banyak kug cwok diluar sana yang lebih dari edo, akupun  tau rsanya hatimu kmu cemburukan? Jangan mengelak lagi karna akupun juga merasakan apa yang kamu rasakan” tiba tiba tetesan air matakupun mengalir dan aku peluk tara dengan erat.  “dalam hatiku, akupun merasakan penyesalan, mengapa aku har “ ku utarakan semua isi hatiku kepada tara teman sebangkuku.

Kring,,kring,,kring tanda bel istirahat pun telah bus memutuskannya? Sakit rasa hati ini”bel pun berbunyi aku dia ajak shinta untuk keliling taman dekat sekolah sekaligus untuk melupakan sejenak pikiranku yang sedang kacau balau ini.” Mit semest  tinggal besok kalou kondisi ku masih seperti ini mana mungkin aku bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik” fikirku dalam hati dan disitulah aku temukan semangatku lagi dan akupun akan membuktikan kepada edo bahwa dia buka siapa siapa bagiku, aku bisa hidup tanpa dia dan akupun bisa tersenyum seperti fara yang dulu fara si nona cantik dan ceria, yeah itulah julukan yang diberikan oleh teman temanku kepadaku, mungkn karna aku oranya jarang sekali marah maka teman teman menjulukiku seperti itu.

“fara,, maen yuk  aq jamin kamu pasti senang”kata sinta teman’aq. “baik lah, tapi awas ajah kalo gg asyik” kataku sambil tersenyum lebar, tiba-tiba  sinta langsung menarik tanganku dengan berlari-lari dan kemudian memesukan aku didalam mobilnya.didalam mobil aku bertanya-tanya kepada sinta namun satu patah katapun tak keluar dari bibirnya dia hanya diam dan diam hingga akhirnyapun aku tertidur pulas di dalam mobil setelah 2 jam perjalanan akhirnya aku sampai ditempat tujuan aku dihantarkannya disuatu tempat yang sangat indah “wow tempat apaan ini, cantik sekali” sambilku pandang sekeliling taman yang mengundang sejuta keindahan itu, “indahkan, apalagi kamu basuh mukamu dengan air terjun yang ada disebelah sana, aku yakin kamu akan merasakan ketanangan” “oza,,?? Antar aku kesana tunggu apalagi, ayoo cepat antar aku” sambil aku berlarian memutar tubuhku dengan melentangkan kedua tanganku seakan akan hilanglah semua bebas yang aku rasakan selama ini, tak ada lagi beban dan masalah semua terasa bebas lepas.

“(bruk) awww. .. . sakit” karna terlalu menikmati suasana yang ada akupun menabrak cowok yang memegang kamera digital itu “maaf aku tak sengaja” “tak apa apa” katanya dengan lemah lembut “wuah, ,,  kyaknya ini foto grafer handal nich, boleh gak kami minta foto” kata sinta dengan gaya nya yang lucu itu “boleh, silahkan” dan akhirnyapun kami beraksi denga  gaya gaya kami yang seperti model majalah remaja itu. “wuah, , , ini bakat yang aku cari” kata fotograver yang tampan itu “bakat apa..?” kataku dengan raut wajah bingung “ “boleh aku minta nomor hp’u, aku akan menghubungi mu lebih lanjut, karna aku ada urusan lain” aku dan sintapun memberikan  nomor hpku kelelaki yang belum kami kenal itu “sampai jumpa lagi, aku duluan yeah” “baik lah” tanpa henti hentinya aku memendang sosok peria yang sangat membuat aku terpesona pada pandangan pertama itu “woy” kata sinta dengan memukul bagian pundak ku, “apaan sih, resek lo” “naksir yea,,?? Tadi kug gak tanya namanya ajah” akupun langsung berfikiran bodohnya diriku ini, kenapa dari tadi aku Cuma memandang dia kenapa akui gak tanya namanya ajah. .........

Capeknya habis jalan seharian  namun aku merasa senang, telefon ku berbunyi aku pun langsung mengambil nya ternyata ada dua pessn masuk

1) pesan dari edo:  kamu yang minta putus tapi mengapa dihadapan teman teman kamu menjelek jelekan namaku. Akupun membalas pesan itu, “sakit hatiku melihat kau secepat itu mendapatkan penggantiku, aku tag menyangka kalou kamu bisa berpaling dengan cepatnya, sakit rasa hatiku melihat kau bersama cewek lain, sebenarnya akupun tau kalou dirumu bukan siapa siapa lagi untuk ku namun kita baru putus seminggu”

2)besok kita ketemuan ditaman tadi jam 11 siang, hanya dirimu sendiri aku ifran foto graver tadi , akupun membalas “baiklah besok aku akan kesana”

Entah apa yang aku rasakan senang sekali rasa hatiku saat aku menerima pesan singkat itu dari ifran, “ternyata cowok tampan tadi bernama ifran” aku tak pernah menyangka akan kedatangan cowok setampan itu.
                “ikut aku” kata edo sambil menarik tanganku disekolah “woy,, jangan sentuh aku, apa-apaan sih kamu ini”  dengan menatap matanya dengan tajam “aku harap kamu gak akan menjelek jelekan namaku didepan semua orang, semua ini kemauan mu kamu yang memutuskan hubungan kita tapi mengapa kamu bilang kesua orang eakan akan aku yang salah ? apa salahku” dengan memgang erat tngsng ku “ akukan sudah bilang dipesan singkat kemarin kenapa kamu harus tanyakan lagi” akupun melepaskan tanganku dari tangannya dan pergi begitu saja.

  Waktupun terus berlalu, tepat jam 11 siang akupunn menepati janjiku kepada pemuda yang tak aku kenal itu, aku pergi ketaman sendirian ku tunggu dia dibawah pohon yang rindang “hay” ,”hay jua” ku balas sapaan nya itu. Akupun akhirnya berbincang bincang dengan pemuda yang sebelumnya aku kenal itu, baru 2 jam aku berbincang-bincang dengannya namun dalam hati ini seolah olah aku telah mengenalnya lama bahkan jauh sebelumnya. Suatu hal yang membuat aku kaget adalah dia menawariku sebagai model dalam pemotretannya “maukah kamu benjadi model dalam pemotretanku? Satu minggu lagi aka nada pameran fotomodel yang diaadkan dibogor, hadiahnya lumayan “ akupun tertarik dengan tawaran yang dia berikan kepada diriku “baik lah aku terima tawaranmu” senyum manjanyapun terlihat dari paras rupawannya.

                Hari demi hari aku lewati bersam ifran, kini akupun menjadi seorang yang sibuk dengan kegiatan pemotretan itu, aku pun lupa akan semua masalah masalah yang telah aku alami. Aku diantarkannya pulang sampai kerumahku namun saat aku suruh dia masuk dia menolaknya dengan alas an ada urusan yang lain, baiklah taka pa lagi pula besok akupun bias bertemu dia lagi.  

                Perlahan lahan akupun buka pintu rumahku dan aku terkaget saat aku melihat edo berda didalam rumahku, aku seolah olah tak melihatnya dan langsung pergi kemarku yang terletak diatas namun sebelum aku menginjakkan kakiku ketangga edopun sudah lebih dulu memegang tanganku, “biyarkan aku berbicara kepadamu, satu kali ini saja setelah itu aku akan pergi jauh dari kehidupanmu, aku mohon kali ini saja” katanya dengan nada yang renda, dia pun menceritakan semua sebenarnya dia ingin tau alas an mengapa aku memutuskan hubungan cinta itu dan ia pun menjelaskan bahwa wanita yang bersamanya kemarin hanya temannya dia sengaja berlagak seperti pacarnya karna dia ingin membuat aku cemburu “maafkan aku tapi yakinlah aku berbuat seperti ini untuk kebaikanmu, mungkin saat ini kamu tak mengerti tapi aku yakin suatu saat kau akan mengerti mengapa semua ini harus terjadaji, maafkan aku dan aku mohon jauhi lah diriku saat ini” akupun langsung berlali kedalam kamarku aku buang tas yang aku bawa dan aku langsung menjatuhkan diriku ke tempat tidurku, kuambil boneka kesayanganku yang diberikan edo pada hari jadiku yang ke 1 tahun. Tepat pada tanggal 4 juni

                Tanpa aku sadar’I tetesan air mata membahasah’I pipku perih rasa hatiku, sebenarnya aku ingin sekali jujur padanya namunaku tak ingin ia ikut dalam penderitaanku ini, sebenarnya aku mempunyai penyakit kangker yang sangat mematikan akub telah divonis oleh dokter bahwa sisa hidupku tinggal 1 tahun lagi, jadi aku simpan semua ini karna bila aku jujur aku kasian kepada edo, pasti  perasaannya sangatlah terluka

Pagi pagi buta aku sudah berangkat kesekolah karna malamnya aku tak mengerjakan pr yang diberikan oleh bapak bambang yang terkenal sangat teggas dan galak itu, jangankan pr biala ada muritnya yang berbicara sepatah kata saja dia langsung melemparkan spidol yang dia bawa.  “hello semua” sapaku terhadap teman teman yang berada didalam kelas biasanya teman teman yang berangkat sepagi ini adalah teman teman yang naik kendaraan umum karna bila mereka bangkat siang sedikit pasti meraka telat datang kesekolah.”aku boleh miniru pekerjaan kimiamu” kataku dengan temn ku, tanpa berfikir panjang lagi diapun memberikan bukunya kepada diriku dan akupun segera menyalinnya sebelum bel masuk berbunyi.

“pagi anak-anak” sapa pak bambang yang terlihat sangat menakutkan itu “pagi juga pak” dengan gaya nada yang sangat tegang.” Kumpulkan pr kalian dan seperti biasa, yang tidak mengumpulkan pr maka silahkan untuk keluar dan jangan mengikuti pelajaran saya” kamipun maju satu persatu untuk menyerahkan hasil tugas kami namun aku heran mengapa edo belum juga dating padahal biasanya dia datang sangat pagi……….

                Bel istirahat telah berbunyi “fara, berhenti” teriak salah satu temanku “edo ra, , ,” kata temanku dengan nafas tersengal sengal “edo kenapa? Dia bukan urusanku lagi” kataku dengan nada yang sewot “edo kecelakaan” “apa? Edo kecelakaan? Diamana dia sekarnag, bagaimana keadaannya?” jawabku dengan tetesan air mata yang tiba tiba muncul dalam mataku ini “sekarang dia dilarikan kerumah sakit, tapi saat perjalanan dia menghembuskan nafas terakhirnya, dia bertabrakan dengan truk” seketika itu akupun langsung tak sadarkan diri.

                Setelah aku sadar aku sudah berada diruang uks aku langsung berusa menguatkan diiku, aku ajak sinta untukn pergi kerumah sakit dimana edo berda disitu “edoo. . . jangan tinggalkan aku, aku sayang kamu, jangan tinggalkan aku edo” kataku saat aku melihat tubuh kakunya yang terbaring dirumah sakit. Edopun kini telah tiada proses pemakaman nya telah berlangsung , namun aku tetap masih belum rela biala dia pergi.

                Hari ini aku ada janjian dengan ifran untuk pemotretan, tapi aku jua ingin pergi kerumah edo aku ingin melihat isi kamar edo, akhirnya aku putuskan untuk bolos sekolah saja, aku datang kerumah edo saat aku mengetok pintu dan ibu edo yang membukanya diapun langsung memelukku dengan erat dengan tangis. Ya, , memang orang btua edo telah menganggapku seperti ana meraka sendiri begitupun aku, akupun juga menganggap kedua orang tuaedo adalah orang tua ku sendiri. Aku merasa senang karna kasih sayang yang merak berikan pada diriku karna dirumah aku tak pernah menemukan kasih sayang itu, aku hanyalah anak semata wayang yang tinggal bersama pembantuku dirumah kedua orang tuaku sibuk dengan urusan meraka sendiri, meraka pergi keluar kota.

                Aku meminta izin kepada mamanya edo untuk pergi kekamar edo, dan orang tuanyapun mengizinkan ku untuk pergi kesana, aku segera pergi kekamar edo dan sunggu aku tak menyangka bhwa kamar edo penus dengan fotoku dan foto-foto semasa kami masih bersma, tak sengaja aku melihat kertas yang terdapat darah diatasnya.

Untuk dindaku tersayang : fara
Aku tau kita tak bersama lagi walaupun aku belum tau apa sebabnya kamu memutuskan hubungan kita ini, namun sakit rasa hatiku melihat kau bersama lelaki lain, mungkin kau memutuskan itu mungkin karena kau telah mendapatkan penggantikub yang lebih baik dari diriku ini.

                Asalkan kau tau aku sangat mencintai dirimu aku ingin kemabi bersamamu dan aku ingin kita bersama selamanya, namun semua ini terasa mustahil, kau sudah tak mau bersamaku dan mungkin ini yang terbaik bagimu.

                Hari ini aku ingin mengakhiri hidupku aku ingin meninggaljkan dunia yang fana ini, aku sengaja membuat sepada motorku tanpa rem. Dan saat kamu membaca surat ini, maka aku pastikan aku telah tiada. Slama tinggal dinda yang aku cintai walaupun kita tak bias bersatu didunia aku berharap kita jumpa disurga nanti.
                                                                                                                                                Aku slalu mencintaimu


Tetesan air mataku pun tak henti hentinya mengalir, aku mengantongi kertas itu kedalam tas sekolahku. “tante,, saya mau pamit dulu yea, ada tugas yang mau saya selesaikan” kata saya dengan tergesa gesa “iya nak, jangan lupa sering amin kesini ya, biar ibu gg kesepian” kata orang tua edo sambil mengusap” kepalaku “baik tante aku akan menjenguk tante, tenang saj tante” dengan nada yang riang dan tantepun tersenyum.

                Akupun segera pergi kepemakaman aku tuangkan semua isi hatiku di atas batu nisan yang tertuliskan nama edo, aku katakana semua alasanku mengapa aku memutuskannya aku yakin walaupun edo sudah tiada namun dia pasti akan tau yang sebenarnya dan dia akan tenang dialam sana. “hay”  kata ifran ditengah” tangisanku “kenapa kau bias ada disini” kataku dengan penasaran “inikan tempat pemakaman saudara ku, dia mati karna kecelakaa kemarin, kemarin aku belum sempat untuk datang maka dari itu aku kesini , kamu kenal ma edo”, “tentu aku kenal, dia adalah mantan kekasihku” akhirnya kamipun berbincang bincang tentang smua, ku curahkan semua masalahku dan semua tentang aku dan edo kepada ifran aku merasa nyaman bila bercerita kepada ifran ,ifranpun juga ikut sedih mendengar cerita itu,aku sangat merasa bersalah karna tidak memberi tahu kepada edo yang sebenarnya terjadi, mungkin bila aku katakan yang sebenarnya edo akan mengerti dan mungkin dia tak akan melakukan hal sebodoh ini. Namun apa daya nasi telah menjadi bubur, apapun yang terjadi aku tetap menerima semua ini dengan lapang dada.

                Seminggu sudah aku jalani pemotretan serta mit semestera  dan akupun mendapatkan nilai yang sangat memuaskan ditambah lagi aku dikontak untuk menjadi model  sekaligus pemain film dalam majalah remaja dan televisi.  Baru saja satu minggu aku menjadi model namun namaku sudah menjulang tinggi, aku dikenal dimana”. Namun aku tak boleh sombong karna semua ini hanya titipan dari tuhan yang diberikan kepada diriku.

                Semakin hari kedekatanku dengan ifran semakin menjadi-jadi, aku menjadikan sinta sebagai sekretaris pribadiku karna aku yakin bahwa sinta bisa aku percaya 100%, namun anehnya malam ini aku dimpikan suatu hal yang aneh aku tak mengerti apa maksud mimpi buruk itu tapi apalah itu Cuma mimpi mana mungkin dijaman semoderen ini aku masih percaya dengan mimpi-mimpi seperti itu. Toh.. mimpi hanyalah bunga tidur saja, buat apa aku susah susah mengartikan mimpi itu.

                “ra besok jadwal kamu padat louh, kalau bisa kamu gg usah maen, ada kontak maen film nich, bahkan 3 sekaligus”kata sinta dengan memegang tumpukan buku yang sangat tebal” yea terserah kamu tak” katku dengan malasnya. “nich, pelajari yah, , , jangan lupa minggu depan kamu sudah mulai shoting” dengan memberikan tumpukan buku yang dibawanya tadi. Aku pun masih berfikir tah apa yang aku fikirkan, namun seolah olah dalam otakku penuh dengan masalah yang sangat bertubi-tubi. Namun lamunan itu hilang setelah teman temanku mendekatiku mereka minta tanda tangan dan foto-foto bersamaku, dengan senang hati akupun memberikannya kepada teman-temanku. Dan akhirnya akupun masuk kedalam kelas.

                “teman-teman, 2 hari lagi kita mau kemping ke puncak selama 3 hari” kata salah satu temanku “horeeee” teriakan teman_teman karena senang mereka asngat butuh hal  itu, karena setelah ujian semester rasa penat sangat terasa. Kami segera merencanakan semua perswiapan yang kami perlukan selama 3 hari dipuncak, kami sepakat untuk membuat tenda disana agar rasa kekeluargaan lebih terasa dari pada menginap divila.

***
                Haripun berlanjut, hari hari yang kami tunnggu tunggu ini akhirnya datang juga kami semua telah berkumpul di dalam kelas dengan semua perlengkapan yang ada. Anehnya aku melihat sosok pria yang sangat mirip dengan edo membawa topi berwarna hitam dan baju coklat entah apa yang aku rasa aku langsung mengikuti sosok pria itu yang sangat mirip dengan edo, caranya berpakaian dan berjalan sangat mirip dengan edo, aku yakin kalau dia adalah edo. “edo belum mati, edo masih hidup” dengan berlarian mengejar pria itu, namun seketika pria itu hilang disela-sela mobil kendaraan yang sedang melintas. Betapa sesalnya hatiku tak bisa melihat pria itu dengan lebih jelas.

                “ra, kemana ajah kamu? Dicariin dari tadi, semua udah pada siap tuch”kata salah satu teman sekelasku, aku sama sekali tak menjawab satu patah katapun, aku hanya diam dengan pandangan mata yang kosong sambil berjalan kearah bus pariwisata.

                Selama diperjalanan teman-teman bersuka riang  dengan canda dan tawa serta bernyanyi nyanyi bersama, dengan gitar yang mengiringi suara-suara mereka, namun aku hanya diam dan memikirkan pria itu “ apakah benar pria yang aku lihat itu adalah edo? Kalau dia benar edo  tapikan edo sudah meninggal, tapi bila dia bukan edo siapakah dia?kenapa dia persis sekali dengan edo?” bertanya tanya dalam hati namun disela sela kelamunanku itu aku melihat pria itu lagi sedang berjalan, tanpa berfikir panjang aku langsung menyuruh bapak sopir untuk berhenti. Teman teman semua mengeluh namun tak aku hiraukan sama sekali.

                Rasa penasaranku pun menjadi jadi, setelah bus yang aku naiki berhenti akhirnya aku segera turun dari bus itu “hay, berhenti kau” kataku sambil berlari-lari mengejar pria itu, pria itu belok kearah gang sempit namun akhirnya akupun dapat menariknya “siapa namamu?” aku bertanya panjang lebar padanya namun dia hanya memberiku sebuah nomor hp, entah apa maksudnya namun aku yakin dia ingin mengatakan sesuatu dengan ku. Namun dia langsung bergi, lagi-lagi dia sama sekali tak bicara sekatapun.
***
          Setelah sampai kepuncak aku diajak sinta untuk ceat cepat turun dan menikmati suasana yang sangat asyik, kami semua telah menyusun jadwal kegiatan yang kan kami lakukan selama 3 hari dipuncak. Dengan serangkaian kegiatan yang telah kami susun itu akhirnya aku sedikit lupa tenta pria yang sangat mirip dengan edo tersebut, aku gunakan waktu dipuncak un tuk bersenang senang dan melepakan semua beben masalah yang slama ini aku rasakan, aku berari dan aku menyendiri dari sekelompok teman temanku, aku gunakan waktu itu untuk teriak sekeras mungkin. Ditengah  tengah sawah yang sangat hijau dengan air yang sangat jernih aku berteriak sekeras mungkin “aaaaaaaaaa” kataku dengan sekuat tenaga dan akupun akhirnya mrasakan sangat lega.

Namun lagi lagi melihat seorang yang sama dengan edo, kenapa bayangan edo selalu terbayang-bayang dalam dalam hidupku, aku segera menemui lelaki itu, ia sedang duduk di atas batu besar  dan akupun akhirnya mrndekati dia secara diam diam “hay”kataku dengan memukul pundaknya, dia seketika itu terkaget “kamu siapa, knpa dirimu sangat mirip dengan edo”kataku “saya orang yang anda temui waktu dibus tadi, saya sengaja mengikuti anda, maaf bila saya mengganggu” penjelasan pemuda itu, iya tampak seperti laki laki yang pendiam.

“kenapa seperti itu”tanyaku padanya “entahlah aku juga tidak tahu, namun aku slalu memimpikan dirimu”aku terheran heran kenapa bisa seperti ini apakah ini Cuma sebuah kebetulan atau pun semua ini memang sudah takdir? kataku dalam hati kecil namun dalam sela sela kebingunganku aku bertanya tanya tentang nama dan lain sebagainya, namanya adalah edi . “fara” kata sekelompok teman teman  aku segera menuju kerombongan tersebut dan aku juga mengajak edi untuk ikut denganku “siapa dia, boleh ajah kamu membawa teman tapi kamukan belum kenal ma dia, kalau dia orang jahat gimana” kata sinta dengan pandangan melotot menatap edi”ehh, , , kamu jangan buruk sangka dulu, liat ajah mukanya mirip edo bukan? Dia baik kug” ,”busyet dech loh, miirip dari hongkong?matamu udah katarak ya? Dia jelas”mirip sama satpam disekolahan kita masak kamu bilang dia mirip edo gg mungkin sama sekali fara..” namun aku tak menghiraukan semua yang dikatakan oleh sinta, bagiku edi adalah edo “syirik louh” .

“ya,, karna semuanya sudah berkumpul kita sepakati bahwa kita akan naik sampai kepuncak dengan jalan kaki, alurnya sesuai dengan peta yang telah ditetukan, kalian dibekali peta dan kompas masing anggota ada 7 orang” kata pak bambang, guru yang sangat kami takuti dan kami hormati. “pak, boleh ngajak teman dari luar”kataku disela sela pembicaraan pak bambang “tidak boleh” mendengar jawaban pak bambang edi langsung menjauh dariku dan akupun sangat kecewa dengan semua itu.

“aku akan mengikutimu, kamu tenang saja”kata edi dengan lemah lembut “baiklah” hatikupun sangat gembira, walaupun  aku baru saja mengenal dia namun aku sudah seperti mengenal dia sangat akrab.kami lewati waktu bersama sama kelompokku tak keberatan untuk mengizinkan edi bergabung tapi dengan syarat jangan sampai ketahuan oleh pak bambang. Yeaa akupun menyetujui persyaratan itu. Aku dan teman temanku segera lanjut perjalanan untuk segera sampai pos 1, dalam jelajah ini kami bukan hanya mencari jalan untuk sampai keatas puncak tapi kami juga diberi permainan dan rintangan rintangan yang diberikan pak bambang, cukup menyeangkan juga ketika hampir sampai ke pos pertama edi aku suruh untuk sembunyi sebentar agar tak ketahuan oleh pak bambang dipos itu saya diberikan permainan permainan yang sangat seru. Namun disela sela permainan pak bambang melihat edi dan memanggilanya seketika pula raut wajah tegas pak bambang kembali keluar aku takut kalau edi marahi namun ternyata pak bambang hanya bertanya sesuatu dengan edi dan memperbolehkan edi masuk kedalam kelompokku.

***
      entah apa yang aku rasakan saat ini, aku merasa bahwa edi adalah edo aku tak peduli siapa edi sebenarnya. Aku hanya ingin satu aku akan membahagiakan edi dan tak akan mengecewakannya seperti aku mengecewakan edo, aku sudah tak bisa berfikir lagi hanya rasa senang yang ada dalam hati  ini hingga akupun  melanjutkan hubunganku ini seterusnya.

                “sudah lah ra, jangan kamu teruskan semua ini, edo teteplah edo, kamu harus iklas bahwa edo itu sudah tiada dan asalkan kamu tau bahwa edi sangat berbeda jauh dengan edo dan akupun yakin bahwa edi bukan orang baik” kata sinta dengan nada yang sangat tinggi “tapi shin, aku sudah terlanjur sayang kepada edi sejak pertama aku melihatnya” dengan merunduk aku meneteskan air mata, sintapun menceramahi aku tanpa henti, aku sadar dia lakukan semua ini demi kebaikanku namun apalah dayaku cinta ini sudah menjadi jadi bahkan akupun rela melakukan apa saja demi edi termaksud memberikan harga diriku kepadanya.


                                                                                          ***
                Satu bulan sudah berlalu kedekatanku bersama edipun kian semakin dekat ternyata aku salah sangka aku kira dia adalah cowok kampung yang miskin namun aku salah dia adalah anak orang kaya yang diusir kedua orang tuanya gara gara ketahuan menghamili seorang gadis, edi hjuga seorang pecandu narkoti namun aku tak peduli aku tetap sayang dia segala kebutuhannya sehari hari aku penuhi berbagai cara aku lakukan untuk membagiakannya hingga semua tabunganku ludes untuk membeli ekstasi  aku tinggalkan semua dunia keatrisan ku hanya demi edi orang yang sangat aku cintai.

                Suatu hari dipusat perbelanjaan aku bertemu dengan ifran “hai fara, bagaimana kabarmu sudah sebulan tak bertemu” katanya dengan senyuman manis yang nampak diwajahnya “ifran?  Aku baik baik saja” dan diapun menawarkanku untuk  makan siang dia mal itu sambil bercakap cakap, “aku heran dengan mu mengapa kamu tinggalkan semua dunia keaktrisanmu? Disaat kamu tengah naik daun? Apa yang membuatmu seperti ini?” namun aku hanya membalas semua pertanyaannya dengan senyuman “maaf aku mau pergi dulu” disaat aku tengah berjalan meninggalkannya namun tiba tiba dia menggenggap erat tanganku “aku mohon dengaarkan aku, selam aini aku memendam perasaaan kepadamu, aku sangat menyanyangimu” tanpa berfikir panjang akupun lari”maaf”, hatiku berdeguk sangat kencang, tuhan apakah yang terjadi tanyaku dalam hati.
                                                                                                ***
                “siapa kamu” suara itu sangat keras terdenger ditelinga ku ternyata dia tak lain adalah irfan, ternyata dia mengikuti aku, dia pun melihat wajah edi yang sangat tak karuan “kamu pemakai ya.? Akan kulaporkan e polisi” ,”jangan lakukan itu, dia orang yang aku cinta, jangan aku mohon padamu” ku menangis dihadapan ifran sambil memohon kepadanya “apa? Seperti inikah orang yang kau cinta, orang yang kau anggap seperti edo? Dia beda jauh dan aku tak rela bila lelaki bangsat seperti dia merusak kau fara, kau sangat berharga kau tak pantas seperti ini” kata ifran dengan wajah yang sangat marah “tapi dia orang yang sangat kucinta ifran” akupun langsung bercerita semua kepada ifran dan akhirnya ifranpun bisa memahami keadaanku walaupun dia sebenarnya sangat kecewa dengan hal bodoh yang aku lakukan ini “baiklah fara, aku mengerti perasaanmu namun kau harus tetap jaga diri aku tak mau ada apa apa dengan dirimu, bila kau butuh aku, aku akan slalu ada untukmu fara” ucapan ifranku menambah derasnya air mata yang keluar dari mataku ini.

                                                                                                ***
                setelah berbulan bulan, tabungan ku mulai berkurang sangat drastis semua uang dalam tabunganku ludes dihabiskan oleh edi, bahkan orang tuaku sampai marah besar kepadaku. Mereka mulai curiga dengan semua ini fara yang dulu tidak suka berfoya foya namun kenapa sekarang fara sangat boros hingga semua uang dalam tabungannya ludes. Hal itulah yang slalu ditanyakan oleh kedua orang tuaku, namun aku mengaku bahwa uang itu aku gunakan untuk membantu saudara saudara yang fakir miskin dan gelandangan. Namun kedua orang tuaku masih tetap ragu dengan alasan yang telah aku berikan hingga akhirnya kaertu kreditkupun di blokir, aku sangat bingung aku tak mau kehilangan edi orang yang sangat aku cintai. Bila dia tak mendapatkan ekstasi itu pasti dia akan mati. Aku sangat bingung aku tak tau kemana lagi harus mendapat uang tuk membiyayai kehidupanku dan kehidupan edo.


                                                                                                ***
                akhirnya akupun mendatangi ifran“ifraku butuh uang sekarang”  namun ifran hanya terseyum “kenapa kmu tersenyum? Aku serius aku butuh uang 10 juta sekarang ifran”

“untuk apa uang itu? Kamukan anak orang kaya masak kamu mau pinjem uang?” 
“kartu kreditku diblokir, gara gara aku telah menghabiskan uangku, sekarang aku harus membiyayai hidupku sendiri”

Dengan rasa tak percaya ifranku mendesakku untuk mengaku, kenapa uang didalam tabunganku bisa ludes dan akhirnya dengan terpaksa akupun berterus terang kepada ifran namun seakan akan ifran tak terima bila aku harus menanggung penderitaan ku hanya karna seorang cowok seperti edi, yang jelas jelas hanya membuat suram masa depan, namun bagaimanapun aku sangat mencintai edi bagiku dia adalah hidup dan matiku.
                                                                                ***
                Namun smua itu berubah, edi meninggal karna overdosis dalm mengkonsumsi narkoba, aku sangat merasa kehilangan, aku telah korbankan semua demi dia namun,, dia malah pergi meninggalkanku sendiri, aku tag punya daya apa-apa hanya bimbang, bingung dan penyesalan, mengapa edi secepat itu meninggalkanku, rasanya habis sudah detak jantungku, aku ingin mengakhir hidupku, aku ambil pisau yang ada di meja makan dan aku meniris urat nadiku

                Entah apa yang terjadi tiba-tiba disaat aku membuka mata disitu aku melihat ifran
Ifran mengatakan padaku bahwa ialah yang membawaku kerumah sakit.

Ifran “ kamu tidak apa”kan,,?? Aku sangat khawatir denganmu, kenapa kau seperti ini..?”
sinta “ kenapa kau tidak membiyarkan aku mati saja? Aku ingin mati , bunuhlah aku”
ifran “ kamu jangan berkata seperti ini, sinta aku sangat menyayangimu, aku tau keadaanmu, kau belum bisa menerima knyataan itu bukan? Tapi sinta masih ada aku yang sangat menyayangimu?” 
sinta “ tapi kenapa semua orang yang aku sayang harus mati dan meninggalkanku? Apakah aku memang tidak mantas menicintai ( sambil menangis sinta mengatakan hal itu)
ifran “ sinta, aku janji aku akan mencintaimu sampai akhir hayatku, dan aku tak akan meninggalkanmu sendirian ( sambil memelik sinta)
                                                                                ***

                3 bulan elah berlalu, sinta telah pulih kembali, ia menjalani hari”nya bersama ifran dan tumbuhlah rasa cinta itu diantara mereka berdua, kini sinta akan segera menikah dengan ifran dan melupakan semua kejadian yang pernah ia lalui, ia membuka lembaran baru yang lebih indah bersama ifran, dan edo edo akan tetap tenang dialam sana.
sinta “ inilah hidup, hidup memang penuh pilihan “

                                                                                SELESAI